Copyright © Life's Thought
Design by Dzignine
Senin, 12 November 2012

Mendidik Pendidikan


                                                                          “Mendidik Pendidikan”
Oleh: Bayu Atletiko Yanida Putera
SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy)

        Pendidikan. Sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Suatu proses yang tak dapat dipisahkan dari hidup manusia. Proses dimana kualitas setiap individu yang menjalaninya dapat ditingkatkan. Proses yang masa depan setiap bangsa bergantung kepadanya, tak terkecuali Indonesia tercinta. Pendidikan berperan aktif dalam membentuk insan – insan ‘terdidik’ yang nantinya akan menjadi penentu masa depan Indonesia. Sedemikian pentingnya pendidikan sampai - sampai negara kita mengharuskan setiap warga negaranya untuk mengenyam pendidikan, sebagaimana tertera dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1. Masih dalam pasal yang sama ayat 3, setiap tahun pemerintah diwajibkan untuk mengalokasikan setidaknya dua puluh persen dari APBN dan APBD untuk pendidikan. Pada tahun 2013 mendatang, pemerintah berencana mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp. 331,8 trilliun, naik 6,7 persen dari APBN-P 2012. Kita perlu berbesar hati karena pendidikan telah menjadi salah satu prioritas utama di negara yang kita cintai ini.
Namun, kita masih sering bertanya – tanya mengapa pendidikan berpuluh – puluh tahun yang dijalani para anggota dewan masih belum mampu menyadarkan mereka bahwa menggerogoti uang rakyat sekaligus menjadikan negaranya sebagai negara terkorup kedua di dunia adalah sebuah hal yang hina. Dalam semester pertama tahun ini saja, tercatat 285 kasus korupsi dengan total kerugian mencapai 1,22 triliun rupiah. Uang sebanyak ini cukup untuk membeli 244 juta nasi pecel untuk dibagikan kepada seluruh warga Indonesia, kecuali para koruptor dan tentunya mereka yang tidak suka nasi pecel.
Tak hanya itu, sekolah - sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar beralih fungsi menjadi ladang pertumpahan darah. Menurut www.liputan6.com, sejak Januari hingga September 2012, terjadi setidaknya 127 kasus tawuran antar pelajar dengan 26 korban jiwa. Dengan asumsi jumlah hari antara bulan Januari dan September 2012 adalah 270 hari, dapat dirata – rata bahwa ‘ritual’ tawuran terjadi setiap dua atau tiga hari sekali. Tak berhenti di situ, setiap sepuluh atau sebelas hari selalu ada satu siswa yang mati sia – sia di ‘medan tempur sekolah.’  
Kenyataan memprihatinkan ini harus kita tangani bersama. Banyak komponen – komponen pendidikan yang harus kita benahi; kualitas guru, kurikulum, serta sarana dan prasarana. Jika kita ingin meningkatkan kualitas produk pendidikan, kita lebih dahulu harus membenahi sistem pendidikan itu sendiri. Layaknya sebuah gitar, untuk mendapatkan nada yang sempurna kita harus memilih rangka kayu yang kokoh dan senar yang tak mudah putus. Lalu, barulah kita rangkai senar dan kayu itu menjadi suatu kesatuan, kita atur nada senar berturut – turut dari nada E rendah hingga E tinggi. Barulah kita bisa mendapatkan nada yang sempurna dari gitar yang telah kita buat. Demikian pula dengan pendidikan, untuk mendapatkan hasil didik yang maksimal, yang pertama harus kita benahi adalah sistem pendidikan itu sendiri. Kita harus ‘mendidik pendidikan’ sebelum pendidikan yang telah kita didik itu dengan sendirinya akan melahirkan insan – insan terdidik yang dapat mengangkat martabat negara ini, bukan malah menghancurkannya.
Substansi paling esensial dalam pendidikan adalah guru. Guru adalah nyawa dari proses belajar yang dilalui siswa. Guru adalah panutan, bagaikan sebuah kompas bagi mereka yang sedang mencari arah dalam hidup. Namun, ternyata masih banyak guru yang justru menjadi contoh buruk. Dalam wilayah DKI Jakarta saja pada tahun 2011 tercatat 168 kasus kekerasan oleh guru kepada siswanya dengan beberapa kasus berakhir kematian. Ironis memang, namun begitulah kenyataannya. Seharusnya, guru tak hanya mengajarkan materi pembelajaran kepada siswa. Adalah tanggung jawab mereka untuk membentuk moral siswa agar tak gelap mata di kemudian hari.
Contohlah Finlandia, negara dengan kualitas pendidikan terbaik sedunia. Di Finlandia, guru adalah pekerjaan yang sangat terhormat dan hanya orang – orang yang cerdas baik otak maupun hatinya yang dilegalisasi Pemerintah Finlandia untuk menjadi guru. Hasilnya, proses pendidikan berjalan mulus. Ada kasih sayang antara yang mendidik dan yang dididik. Peran guru dan murid berjalan seiring, saling mengisi.
Pemerintah perlu mengatur ulang kriteria penerimaan guru di negeri ini, sehingga tak akan ada lagi tukang pukul di kelas - kelas. Selain itu, perlu ada pengawasan terhadap kinerja guru, agar hilang kesenjangan antara guru dan siswa. Diharapkan kedepannya guru dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya, menjadi teladan dan inspirasi, supaya terbentuk produk – produk pendidikan yang dapat membawa negeri ini menuju sebuah kejayaan di hari kelak.
Selain guru, komponen penting lainnya adalah kurikulum. Suatu standar yang menjadi landasan bagi sebuah aktivitas pendidikan. Sebuah riset UNESCO menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan di Indonesia adalah kurikulum paling ‘berat’ kedua di dunia, setelah Belanda. ‘Berat’ untuk dijalani oleh si pelajar, apalagi dinikmati. Maklum, di Indonesia, siswa dituntut untuk menguasai sedikitnya 16 mata pelajaran di sekolah tanpa terkecuali. Tak berhenti di situ, saat mereka sampai di rumah, setumpuk tugas – tugas sekolah telah menanti.
Akibatnya, siswa tertekan. Dampaknya, mereka terpaksa melampiaskan tekanan yang mereka alami dengan hal – hal negatif seperti tawuran, meminum minuman keras, dan sejenisnya. Tak hanya itu, untuk mengatasi tugas – tugas setumpuk dan ulangan yang berat, siswa - siswi terpaksa harus mengambil jalan pintas, sebut saja mencontek. Bagaimana mungkin kita memberantas korupsi sedangkan sejak kecil siswa – siswi terbiasa berbuat curang dalam mengerjakan tugas - tugas dan ujian yang melelahkan?
Mari kita lirik Amerika Serikat, salah satu kiblat pendidikan dunia. Di Negeri Paman Sam itu, hanya ada tiga pelajaran wajib; Matematika, Bahasa Inggris, dan Sejarah Kebangsaan. Selebihnya, siswa dibebaskan untuk memilih studi yang ingin mereka tekuni. Hasilnya, pembelajaran berjalan efektif karena siswa benar – benar bersemangat untuk mendalami bidang yang mereka sukai. Mereka belajar tanpa paksaan dan penuh motivasi.
Kita tentunya yakin bahwa seandainya para pelajar hanya menggeluti bidang yang mereka sukai dan menikmatinya, tak akan ada lagi kenakalan – kenakalan yang diakibatkan oleh ulah pelajar. Wajar saja, mereka akan lebih termotivasi untuk menjawab keingintahuan mereka terhadap studi yang mereka pilih sendiri, dan tak akan ada lagi waktu serta alasan bagi mereka untuk membuat onar, karena mereka sadar bahwa hal semacam itu hanya akan membuang tenaga dan nyawa.
Dari uraian di atas, kita bisa menarik sebuah simpulan bahwa inti dari proses belajar adalah kebebasan yang akan berujung pada penghayatan penuh sang pelajar terhadap apa yang dipelajarinya. Sudah seharusnya kurikulum pendidikan Indonesia berbenah. Kualitas dan fokus jauh lebih berharga ketimbang kuantitas. Maka akan lebih baik jika siswa diberi kesempatan untuk memilih bidang tertentu yang ingin mereka pelajari. Dengan demikian, siswa tak akan lagi merasakan tekanan akibat beratnya beban studi yang harus dijalani. Sebaliknya, mereka justru akan secara lepas menggali bakat yang mereka miliki, dan pada akhirnya akan menjadi ahli di bidang mereka masing – masing dengan kekuatan fokus yang telah lama mereka pegang teguh.
Untuk mendukung implementasi kurikulum dan peningkatan kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), diperlukan fasilitas berupa sarana dan prasarana pendidikan. Di Indonesia, sarana – prasarana untuk pendidikan masih sangat minim; umumnya hanya ruang kelas, papan tulis, spidol (marker) atau kapur, meja, dan kursi. Tak banyak berubah dari waktu ke waktu. Padahal, zaman terus bergulir dan kita harus mengikuti perkembangannya. Banyak hal yang dapat membantu proses pembelajaran. Sebut saja internet. Kita bisa mempelajari apa pun dengan internet. Namun sangat disayangkan, pemanfaatannya dalam pendidikan di Indonesia masih belum maksimal. Hanya segelintir guru yang menggunakan sarana serba guna ini sebagai sebuah media pembelajaran.
Intensifikasi dan ekstensifikasi sarana – prasarana pendidikan di Indonesia sangat perlu dilakukan, agar proses belajar  - mengajar yang tadinya membosankan dapat berubah menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Kalaupun fasilitas pembelajaran masih kurang lengkap, kita masih memiliki alam. Ya, alam. Tak terhitung berapa banyak ilmu yang bisa kita dapatkan dari alam. Contoh kecil adalah pelajaran biologi. Dalam biologi, kita belajar tentang tanaman, baik jenis maupun bagian – bagiannya. Maka, daripada repot – repot membaca buku dan menghafal, seharusnya siswa diajak keluar kelas dan mengobservasi. Ilmu yang mereka dapatkan dari mengamati langsung tentunya lebih mendalam dan kompleks ketimbang hanya dengan membaca buku. Alam adalah sarana pembelajaran gratis yang dapat kita temukan dimanapun kita berada.
Selain jumlahnya yang harus terus ditambah, penggunaan sarana – prasarana pendidikan harus dimaksimalkan agar keberadaannya tidak sia – sia. Jika pemaksimalan ini telah tercapai, maka kualitas proses belajar – mengajar akan meningkat. Peningkatan ini linier dengan peningkatan kualitas pendidikan yang selama ini kita idam – idamkan.
Demikianlah berbagai problematika pendidikan di negeri kita tercinta. Marilah bersama – sama kita kontribusikan tenaga, materi, dan pikiran kita demi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.  Dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk dapat memperbaiki sistem dan meningkatkan mutu pendidikan demi kejayaan Indonesia di masa datang. Marilah bersama – sama mendidik pendidikan.
Salam.
 
 
Sabtu, 03 November 2012

10 ways to live your life to the fullest


 Life is should be move on. That’s what we need to success. If we just stuck at a moment and we don’t move on, obviously our life is always flat. The best way to start a new day is forget about yesterday and be open minded to everything that encounter us. Make sure that you are ready to start your day or you will get loss because your day just as the same as yesterday. Here are some useful tips to make your life more colorful.

·   Live every day on a fresh new start. Don’t be held back by what happened yesterday, the day before, the week before, the year before, and so on.

·  Be true to who you are. Stop trying to please other people or be someone else. It’s better to be an original version of yourself than an exact duplicate of someone else.

·  Quit complaining. Don’t be like the howling dog, always howling and never doing anything. Stop complaining about your problems and work on them instead.

·  Be proactive. Stop waiting for others around you to do something and take action yourself instead.

·  Rather than think “what if”, think “next time”. Don’t think about things you can’t change (namely what has happened and thoughts of other people) or unhappy things because these are disempowering. Instead focus on the things you can action upon. That’s the most constructive thing you can do in any situation.

·  Focus on WHAT vs. How. Focus on WHAT you want first, before you think about HOW to do it. Anything is possible, as long as you set your mind, heart and soul to it.

·  Create your own opportunities. You can wait for opportunities to drop in life. Or, you can go out there and create your own opportunities. The latter is definite and much more empowering.

·  Live more consciously each day. Stop sleepwalking through life. Your life is something to be experienced, not coasted through.

·  Be committed to your growth. In the Map of Consciousness, there are 17 levels of consciousness – from Shame to Enlightenment. The higher level of consciousness you are in, the richer your life experience. Achieving higher consciousness comes from your commitment to growth.

·  Know your inner self. This means knowing who you are and what you represent. Be clear of your personal identity.

Live your life!

Live your life to the fullest!

Life. What do you imagine about that word? Born as the first son in my family and I reached my golden time when I got the gold medal and bla bla bla. That’s just what an usual people said. Now, let me explain briefly what life is by my investigated.

Life is when you love someone else and you’re loved by someone else. In this life, we do need others affection to lead our life to the happiness. We can measure how life our life from happiness. Let’s see, in this world nowadays, there are a lot of cases about daily life violence either to the children or the wife. Usually the background of that case is lack of affection between the victim and the suspect. In their hearts, no more love remains there. No love, no care, no affection. And that facts lead to the violence. They neither have any feel nor sense to interact by others. That’s why we necessary love to lift up our life. If you want to be loved, love someone else first.

Then, life is about try and fail. But don’t fail to try. It seems possible to happen when we reflect to our life. Sometimes, we found so many failed moment when we try to reach our goal. But as you know, that fail is a present from God. He want to test us how we face that fail. Do we tidy up it or left it? Many of us maybe despair and leave the problem while start the new one from the beginning. That’s wrong! We should face it and straighten it. Every problem has the solution. From that solution, we’ll learn how badly our process, how great our plan to change and how good ourselves resolve the challenges. Remember that when we have solved our challenges, we’ll get some experience which maybe later we are facing the same problem so that we can solve it with a better solution. So, when you are having some challenges, face it and involved yourself to solve it.

Laugh often, dream big and reach for the stars. In life, we have to enjoy it whatever happened to our life. When we encounter some challenges in our life. Don’t worry. There will be a way where you can solve it. One of the easiest way of doing this is smile, often laugh. Laugh will release all of your feeling at that time and changes it with a joy. Laugh will make you feel new to yourself and others instead. It will influence other to do so. By laughing and thinking about fun thing, you will get a positive matter in your mind. It will affect when you interact others. Then, in our life absolutely we are having some dreams about our goals in the future. so don’t be afraid to handle your dream as high as star. You don’t need to worry if you’re fall because when you fall, someone will help you whoever they are. But if you’re success, it will be so great because you have been trying very hard to make your dream come true. The best way to make our dream come true is wake up from our dream.

Life is often complicated and difficult to encounter, but just be open minded and you’ll found that your life lead to the happiness.

Juggle Balls


Imagine life as a game in which you are juggling some five balls in the air. You name them – work, family, health, friends and spirit and you’re keeping all of these in the air. You will soon understand that work is a rubber ball. If you drop it, it will bounce back. But the other four balls – family, health, friends and spirit are made of glass. If you drop one of these, they will be irrevocably scuffed, marked, nicked, damaged or even shattered. They will never be the same. You must understand that and strive for balance in your life. How?
 
     
  • Don’t set your goals by what other people deem important. Only you know what is best for you.
     
  • Don’t take for granted the things closest to your heart. Cling to them as you would your life, for without them, life is meaningless.
     
  • Don’t let your life slip through your fingers by living in the past or for the future. By living your life one day at a time, you live ALL the days of your life.
     
  • Don’t give up when you still have something to give. Nothing is really over until the moment you stop trying.
     
  • Don’t be afraid to admit that you are less than perfect. It is this fragile thread that binds us each together.
     
  • Don’t be afraid to encounter risks. It is by taking chances that we learn how to be brave.
     
  • Don’t shut love out of your life by saying it’s impossible to find. The quickest way to receive love is to give; the fastest way to lose love is to hold it too tightly; and the best way to keep love is to give it wings.
     
  • Don’t run through life so fast that you forget not only where you’ve been, but also where you are going.
     
  • Don’t forget that a person’s greatest emotional need is to feel appreciated.
     
  • Don’t be afraid to learn. Knowledge is weightless, a treasure you can always carry easily.
     
  • Don’t use time or words carelessly. Neither can be retrieved. Life is not a race, but a journey to be savored each step of the way.
  • By Coca Cola CEO Brian Dyson
Kamis, 01 November 2012

What A Wonderful World

Song by : Louis Armstrong

I see trees of green,
red roses too.
I see them bloom,
for me and you.
And I think to myself,
what a wonderful world.

I see skies of blue,
And clouds of white.
The bright blessed day,
The dark sacred night.
And I think to myself,
What a wonderful world.

The colors of the rainbow,
So pretty in the sky.
Are also on the faces,
Of people going by,
I see friends shaking hands.
Saying, "How do you do?"
They're really saying,
"I love you".

I hear babies cry,
I watch them grow,
They'll learn much more,
Than I'll ever know.
And I think to myself,
What a wonderful world.

Yes, I think to myself,
What a wonderful world.

Oh yeah.